PKBM Menunggu Dana Subsidi

PKBM Menunggu Dana Subsidi
Peserta dari Sekolah Formal Perlu Ijazah Tahun Ini

Bandung, Kompas – Pusat kegiatan belajar masyarakat atau PKBM, yang menyelenggarakan ujian persamaan Kejar Paket untuk para pelajar yang tidak lulus ujian nasional di sekolah formal, belum mendapat kejelasan soal subsidi penyelenggaraan dari pemerintah.

Menurut Zoelkifly, Direktur PKBM Citra Sarana Bahasa dan Informatika (CSBI), banyak pelajar dari sekolah formal yang tidak lulus ujian nasional (UN) sudah mendaftar di lembaganya.

Zoelkifly menjelaskan, ada 20 pelajar SMA yang mendaftar program ujian kesetaraan Paket C yang diselenggarakan pada 28-31 Juli. Sementara pada ujian kesetaraan untuk pelajar SMP yang dilaksanakan 31 Agustus-2 September tercatat ada 17 pelajar yang akan mengikutinya. “Mereka membutuhkan ijazah tahun ini karena beberapa orang sudah diterima di perguruan tinggi swasta,” kata Zoelkifly.

Biasanya pengumuman kelulusan ujian kesetaraan diberikan setelah sebulan dari pelaksanaan ujian, dan ijazah dibagikan sebulan dari pengumuman kelulusan.

CSBI menetapkan biaya pendaftaran Rp 275.000 dan iuran per bulan Rp 30.000 per siswa. Namun, untuk pelajar pendidikan formal yang tidak lulus UN tidak dipungut biaya mengikuti ujian, sesuai anjuran Wali Kota Bandung. “Katanya ada subsidi dari pemerintah kota, provinsi, atau pusat,” ujar Zoelkifly.

Zoelkifly mengaku menunggu kepastian dana subsidi. “Untuk sementara pembiayaan ditanggulangi lembaga. Biasanya, kalaupun turun, uang subsidi baru sampai tahun berikutnya,” ungkapnya. “Kalau uang subsidi tidak turun, jika tahun depan ada kegiatan semacam ini lagi, saya keberatan,” ujar Zoelkifly.

Biaya operasional penyelenggaraan ujian kesetaraan Rp 50.000 per siswa. Biaya itu untuk sewa gedung, alat tulis, pengawas, transportasi, dan konsumsi pengawas.

Didi Apandi, Ketua Forum Komunikasi PKBM Kota Bandung, mengatakan, belum mengetahui kapan subsidi akan diterima. “Soal biaya operasional, kami belum melakukan perhitungan bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Saya hanya berniat membantu,” ujarnya.

Menurut Didi, hanya 12 dari 60 PKBM di Kota Bandung yang dilibatkan dalam ujian kesetaraan untuk pelajar yang tidak lulus UN.

Pemilik PKBM Siliwangi, Jalan Patrakomala, Kota Bandung, ini mengatakan peserta ujian Kejar Paket C dari lembaganya 39 orang, delapan di antaranya siswa sekolah formal. Adapun peserta Kejar Paket B, sebanyak tiga orang di antaranya siswa sekolah formal.

Evi Shaleha, Kepala Bagian Tata Usaha Disdik Kota Bandung, menjelaskan, belum ada keputusan tentang dana subsidi penyelenggaraan ujian kesetaraan dari Disdik Jabar. “Kami masih menunggu kabar,” kata Evi.

Sementara itu, Sekretaris Ujian Nasional Kota Bandung Sofardani menyatakan, dari 710 siswa SMP yang tidak lulus UN di sekolah formal, ada 631 orang sudah mendaftar mengikuti ujian Kejar Paket B. (YNT)

sumber : www.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s