Melongok Sekolah Gratis di Smart Ekselensia Indonesia

Dapat Meneruskan ke Luar Negeri
Medan, isekolah.org — ”Alhamdulillah saya bisa sekolah gratis di sini. Kalau ayah sih cuma penjual abu gosok keliling,” kata Ramdani (12) saat ditanya pendapatnya bisa menuntut ilmu tanpa membayar sepeser pun di sekolah Smart Ekselensia Indonesia (Smart EI), Parung, Kabupaten Bogor.
SISWA Sekolah “Smart Ekselensia Indonesia” (EI) sehabis salat Zuhur melakukan “setoran” hafalan ayat-ayat Alquran di Masjid Smart EI, Parung, Bogor. Smart EI merupakan sekolah unggulan gratis yang didanai dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kaum Muslimin.* SARNAPI/”PR”

Ramdani merupakan alumni Madrasah Ibtidaiah (MI) Jamiatul Falah, Bojong Gede, Bogor, yang sejak kelas IV mendapatkan beasiswa dari sekolahnya. “Kalau uang untuk membeli buku dan seragam sekolah dari kakak yang bekerja di pabrik,” katanya.

Pendapat sama juga dikatakan siswa kelas I Smart EI asal Pamarican, Ciamis, Dede Nurwanto. “Saya dapat dorongan dari kepala sekolah agar ikut seleksi menjadi siswa Smart EI. Alhamdulillah saya bisa lulus sehingga bisa sekolah gratis,” ucapnya.

Melihat pekerjaan ayahnya yang kuli bangunan, Dede merasa dirinya tidak akan sanggup membayar biaya sekolah sampai SMP dan SMA. “Setelah lulus dari Smart EI, saya ingin jadi tentara untuk membahagiakan bapak dan ibu,” kata putra dari pasangan Dayat dan Yoyoh ini.

Ramdani dan Dede merupakan dua orang dari keluarga kurang mampu yang berhasil menyisihkan 698 siswa lainnya. Smart EI yang berada di bawah Dompet Duafa (DD) melakukan seleksi ketat empat tahap sebelum meluluskan calon siswanya. “Sekolah ini merupakan sekolah unggulan yang memakai sistem akselerasi sehingga SMP dan SMA ditempuh lima tahun,” kata Direktrur Lembaga Pengembangan Insani (LPI) yang mengelola Smart EI, Sri Nurhidayah.

Ditemui “PR” di ruang kerjanya, pekan lalu, Sri mengatakan, selain “Smart EI” Dompet Duafa juga memiliki lembaga beasiswa etos bagi para mahasiswa dan guru untuk mendidik mereka. “Smart EI berdiri tahun 2004 lalu sehingga baru ada tiga angkatan,” katanya.

Kelebihan “Smart EI”, kata Sri, bukan hanya bebas biaya, melainkan diasramakan dan pengawasan selama 24 jam. “Para siswa dilatih menguasai pendidikan agama Islam (PAI) secara integral, bahasa Inggris dan Arab, serta teknologi komputer. DD menanggung semua biaya siswa dan gaji guru-guru,” katanya.

Menurut Sri, setiap siswa Smart EI diarahkan menguasai mata pelajaran unggulan, baik PAI, bahasa asing, maupun komputer. Kalau memenuhi syarat yang ditentukan, mereka bisa mendapat beasiswa kuliah di luar negeri seperti di Al-Azhar Mesir,” ucapnya.

Setiap tahun Smart EI hanya menerima 35 siswa dari seluruh Indonesia sehingga tingkat persaingan masuk amat ketat. “Tahun ajaran 2006/2007 kita kebanjiran pendaftar sampai 700 siswa SD/MI dan tinggal 350 siswa yang lolos seleksi akademik.Dari proses wawancara, tinggal 60 orang,” katanya.

Ke-60 siswa ini harus disurvei ke rumah orang tuanya untuk memastikan bahwa keluarganya kurang mampu secara ekonomi. “Kami juga merasa kasihan, seharusnya 60 siswa berprestasi itu bisa masuk semuanya. Alhamdulillah ada beberapa sekolah dan pesantren yang menampung sebagian dari 25 siswa yang tidak bisa ditampung Smart EI,” katanya.

Selama tiga tahun menangani para siswa dari kalangan kurang mampu, Sri mendapatkan pengalaman berharga. “Mereka rata-rata orang cerdas bahkan ada yang superior, tapi karena latar belakang keluarganya miskin sehingga potensinya tidak muncul,” katanya.

Selain itu, siswa-siswa kurang mampu juga merasa rendah diri dan kurang supel dalam bergaul karena merasa kekurangan. “Setiap Idulfitri kita berikan kesempatan para siswa untuk tinggal di keluarga donatur. Ternyata sebagian besar siswa memilih tinggal di kamar daripada bergaul dengan orang tua asuhnya,” katanya.

Mengenai jam pelajaran, Sri mengungkapkan, sudah terjadwal rapi mulai dari bangun pagi untuk salat Subuh, sarapan, berolah raga, dan ke sekolah. “Sedangkan dari pukul 7.00-16.00 WIB masuk sekolah lalu istirahat sebentar sebelum salat Magrib. Untuk nonton TV dari Senin-Jumat sudah ditentukan waktunya,” katanya.

Sumber : Pikiran Rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s